Islam Information

Post Top Ad

Post Top Ad

LEBIH BAIK MATI KELAPARAN DARIPADA MAKAN UANG HARAM

LEBIH BAIK MATI KELAPARAN DARIPADA  MAKAN  UANG HARAM
*NAK, JANGAN KAU PERMALUKAN AYAHMU DI AKHIRAT NANTI, LANTARAN PERBUATANMU INI* *AYAH LEBIH SENANG KAU MATI DALAM KEADAAN LAPAR, DARIPADA ENGKAU HIDUP DENGAN MEMAKAN BARANG YANG HARAM!*.

*Ada* sahabat Rasul صلى الله عليه و سلم yang bernama Abu Dujanah. Ia mempunyai kebiasaan tergesa-gesa meninggalkan jama'ah seusai Shalat Subuh, tidak seperti halnya sahabat yang lain yang menunggu hingga Rasulullah berdoa.

*Suatu ketika* Rasulullah صلى الله عليه و سلم menegurnya, “Wahai Abu Dujanah, tidakkah kau memiliki permintaan kepada Allah?” Kenapa engkau tidak menunggu sampai aku berdoa? Abu Dujanah menjawab, "Ya Rasulullah, tentu aku mempunyai permintaan kepada Allah".

*Rasul*صلى الله عليه و سلم berkata :
"Lalu mengapa engkau segera pulang?”.

*Abu Dujanah* pun menjelaskan udzurnya :
“Bukannya aku tidak mau mendengarkan doamu ya Rasul...Namun aku ini memiliki anak kecil di rumah yang sedang lapar, tidak satupun makanan ada di rumahku, bahkan tidak jarang kami seharian menahan lapar".

" *Aku* memiliki tetangga yang memiliki pohon kurma yang batangnya condong ke rumahku, maka jika malam angin bertiup kencang, pasti buah-buahnya jatuh ke halaman rumahku".

" *Pernah* suatu hari usai Shalat Subuh, aku menunggu sampai mendengarkan engkau membacakan doa, namun yang terjadi ketika aku sampai di rumah, aku lihat anakku sedang memungut kurma tetanggaku yang jatuh di halaman rumahku, dan ia memakannya karena lapar".

" *Maka* segera aku keluarkan kurma itu dari mulutnya. Aku tidak mau anakku memakan yang bukan haknya. Aku katakan kepadanya, “Nak, jangan kau permalukan ayahmu di akhirat nanti, lantaran perbuatanmu ini...Ayah lebih suka engkau mati dalam keadaan lapar, daripada engkau hidup dengan memakan barang haram".

*Mendengar* kisah Abu Dujanah, Rasulullah صلى الله عليه و سلم dan para sahabat meneteskan air mata. Sambil menangis, Rasulullah memberikan penawaran kepada si pemilik pohon kurma dengan imbalan pohon-pohon kurma di Surga.

*Ternyata* si pemilik yang Munafik itu menolaknya. Kemudian segera Sayyidina Abu Bakar melakukan penawaran berikutnya :
“Hai fulan, kubeli pohon kurmamu dengan 10 pohon kurma terbaikku di kota Madinah.”

*Mendengar* penawaran yang menguntungkan itu, si Munafik menyetujuinya. Sayyidina Abu Bakar berhasil membelinya, lalu memberikannya kepada Abu Dujanah.

*Begitulah* orang-orang yang bertakwa akan senantiasa mendapatkan jalan keluar dan penolong di setiap kesulitannya.

Sumber: Kitab ‘Lanatuth-Thalibin Bab Luqatah, Juz 3, hal : 239.

*Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad*.

Semoga bermanfaat.

Tiada ulasan: