Islam Information

Post Top Ad

Siapa Kita

Siapa Kita
Di hadapan orang yang tidak kenal, kita hanyalah orang biasa.
Di hadapan orang yang benci, kita hanyalah sampah yang memuakan.
Di hadapan orang yang memusuhi, kita hanyalah duri yang membahayakan.
Di hadapan orang yang mengagumi, kita sangat memesona.
Di hadapan anak-anak, kita orang dewasa yang tidak lebih darinya.
Di hadapan orangtua, kita hanyalah anak-anak yang belum banyak pengalaman.
Di hadapan orang yang mencintai, kekurangan dan kelebihan kita tetap di hatinya.

Jadi, siapa kita?

Bukan siapa-siapa, dan bukan apa-apa. Hanya hamba yang Allah perintahkan untuk ibadah dan mengikuti sunnah Rasul-Nya.

Tidak lebih dari itu.

Merasa hebat, kaya, terhormat, dan rupawan, bukanlah sesuatu yang menenangkan kehidupan.

Kalau merasa hebat dengan berbagai prestasi, orang kafir juga banyak yang berprestasi.

Kalau merasa bangga dengan banyaknya harta, orang kafir juga banyak yang kaya raya.

Kalau merasa terhormat dengan jabatan, orang kafir juga banyak yang jadi orang orang besar di jabatan.

Kalau bangga dengan kecantikan dan ketampanan, orang kafir juga banyak yang cantik dan tampan.
Siapa kita?

Tak perlu menonjolkan diri ingin dianggap hebat, berkuasa mengagumkan, dan dialu alukan banyak orang. Biasa saja, santai saja, lebih baik berfokus pada ibadah dan meningkatkan kualiti ilmu

Berdekat-dekat pada Allah, bersungguh-sungguh pada sunnah Rasulullah, dan tetap rendah hati di hadapan sesama manusia

Cari perhatian, memancing pengertian, dan rayuan agar dicintai, cukup pada Allah saja. Bila Allah cinta hamba-Nya, jangankan jodoh, harta, kemudahan hidup, kesehatan, dan segala kemewahan dunia, bahkan surga Allah berikan pada hamba yang dicintaiNya.

Siapa kita?

Sekali lagi, hanya hamba yang Allah printahkan untuk ibadah, untuk mencintai-Nya.

Caranya?

"’Jika engkau (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ (QS Ali ‘Imran [3]: 31).
Catat Ulasan